Panen Aneka Sayuran di Kebun Cikar Rumah Dinas Gubernur

Tim Penggereak PKK Kep. Bangka Belitung memanen buah dan sayuran di Kebun Cintai Pekarangan (Cikar).
Tim Penggereak PKK Kep. Bangka Belitung memanen buah dan sayuran di Kebun Cintai Pekarangan (Cikar).

PANGKALPINANG, Kelekak.com Berbagai jenis buah dan sayuran di Kebun Cintai Pekarangan (Cikar) yang dikelola tim penggerak PKK Kepulauan Bangka Belitung, mulai dipanen.

Menggunakan lahan seluas 6 × 10 meter di samping rumah dinas gubernur, kebun Cikar menjadi inspirasi dalam program ketahanan pangan nasional.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, hari ini kita panen berbagai jenis tomat, banyak yang sudah merah-merah dan segar. Terung juga besar-besar, termasuk banyak juga kangkung,” kata Ketua TP PKK Bangka Belitung, Noni Hidayat seusai panen, Jumat (7/8/2026).

Noni Hidayat bersama sejumlah pengurus TP-PKK Provinsi Bangka Belitung dalam kesempatan itu, memanen berbagai jenis tomat dan sayuran yang tumbuh subur di kebun tersebut.

Noni mengatakan, panen kali ini bukan yang pertama dilakukan. Kebun Cikar dikelola secara berkelanjutan meskipun secara sederhana menggunakan tempat yang tidak terlalu luas.

“Hasil dari kebun Cikar dipanen secara berkelanjutan dengan menyesuaikan tingkat kematangan buah dan kesiapan sayuran untuk dikonsumsi,” ujar Noni.

Selain sayuran dan buah, juga ada kandang bebek dan ayam petelur yang dibangun terpisah.

Kotoran dari kandang kemudian digunakan sebagai bahan kompos, menjadi pupuk alami yang menyuburkan tanaman di kebun Cikar.

Noni Hidayat menilai, tidak semua upaya memperkuat ketahanan pangan membutuhkan lahan yang luas. Pekarangan rumah, sekecil apa pun, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran, buah-buahan maupun tanaman pangan lainnya.

“Dengan menanam sayuran, buah-buahan dan tanaman lainnya di pekarangan rumah, keluarga telah berperan serta dalam mendukung ketahanan pangan, memiliki akses ke makanan yang segar dan sehat, serta dapat menjual hasil panen untuk mendapatkan penghasilan tambahan,” ujarnya.

Noni menegaskan bahwa kebun Cikar PKK tidak sekadar menjadi tempat bercocok tanam. Kebun tersebut diharapkan dapat menjadi contoh, bahwa pemenuhan kebutuhan pangan keluarga dapat dimulai dari lingkungan rumah sendiri.

“Melalui kebun Cikar ini, kami ingin memotivasi masyarakat, bahwa dalam mendukung dan menguatkan ketahanan pangan itu, bisa dimulai dari pekarangan rumah. Semoga bisa diikuti oleh masyarakat, menginspirasi banyak orang,” ucap Noni.

Kini kebun Cikar membantu menjaga pasokan sayur dan buah bagi para pegawai serta dibagikan juga dalam kegiatan sosial masyarakat.

Keberadaan kebun Cikar juga membantu siswa dalam mengenal tanaman pekarangan yang mendukung pangan keluarga serta bernilai ekonomis. (*)

Pos terkait